Teknologi

Tiktok E-commerce Muncul Sejumlah Seller di Shopee Live dan Lazada Auto Pindah

57
×

Tiktok E-commerce Muncul Sejumlah Seller di Shopee Live dan Lazada Auto Pindah

Share this article

Buzzerid.com – Pengamat menilai kehadiran kehadiran e-commerce baru TikTok di Indonesia berpotensi membuat sejumlah seller di Shopee Live pindah ke platform milik ByteDance tersebut.

Ketua Umum Indonesia Digital Empowering Community (Idiec) Tesar Sandikapura berpendapat pembuatan e-commerce merupakan satu-satunya cara agar TikTok dapat tetap bertahan di pasar Indonesia.

Kalau dia mau tetap bertahan ya harus mengikuti gaya Indonesia. Artinya, yang diizinkan adalah e-commerce, ya sudah buat e-commerce.

Menurut saya bukan sesuatu yang sulit bagi TikTok untuk membuat hal itu,” ujar Tesar kepada Bisnis, Selasa 17 September 2023.

Apalagi, Tesar mengatakan untuk perusahaan sebesar TikTok, membuat e-commerce baru bukanlah suatu hal yang sulit.

Tesar menambahkan, nantinya jika e-commerce TikTok sudah mengudara, para penjual TikTok Shop yang sudah beralih ke Lazada dan Shopee akan kembali ke e-commerce TikTok.

Hal ini dikarenakan sifat TikTok yang merupakan media sosial dan sudah memiliki ekosistem serta peminat tersendiri, yang tidak dimiliki platform e-commerce lainnya.

Tetapi saya lihat itu sementara, orang tetap melihat TikTok sebagai platform yang lebih cocok untuk live,” ujar Tesar.

Apalagi, ditambah dengan adanya potensi e-commerce TikTok akan langsung terhubung dengan media sosialnya dan menjalankan transaksi layaknya TikTok Shop.

“Nanti dia akan melakukan strategi, bagaimana caranya nanti yang beli melalui TikTok, tetapi ketika di klik, akan pindah aplikasi,” ujar Tesar.

Sinyal kehadiran e-commerce TikTok makin menguat. Di laman LinkedIn TikTok global mulai dijumpai sekitar 50 lowongan pekerjaan e-commerce TikTok.

Menariknya, walaupun mayoritas lowongan bertempat di Indonesia, tetapi adapula sejumlah lowongan untuk e-commerce TikTok Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Selain itu, ditemukan pula lowongan untuk magang yang dimulai pada 2023 dan 2024.

Kabar kehadiran e-commerce TikTok pun diperkuat dengan tidak adanya kabar terkait PHK TikTok yang mencuat sejak penutupan TikTok Shop.

Lebih lanjut, berdasarkan video yang beredar di TikTok, raut muka para karyawan saat detik-detik penutupan TikTok Shop tidak menunjukkan tanda kesedihan.

Namun sebaliknya, mereka justru mengatakan TikTok akan kembali dengan lebih kuat.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies Nailul Huda mengatakan langkah TikTok ini merupakan langkah yang tepat jika TikTok tidak ingin kehilangan potensi pasarnya yang besar.

Diketahui, menurut hasil studi TikTok dan Boston Consulting Group (BCG), TikTok Shop diprediksi dapat menghasilkan peluang pasar senilai US$1 triliun atau sekitar Rp15.713 triliun di Asia Pasifik pada 2025 (asumsi kurs Rp15.713/US$).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *