Bisnis

4 Ciri-ciri Investasi Bodong yang Wajib Kamu Ketahui, No 1 Paling Marak Dilakukan

54
×

4 Ciri-ciri Investasi Bodong yang Wajib Kamu Ketahui, No 1 Paling Marak Dilakukan

Share this article

BUZZERID.com- Semua orang bermimpi menjadi kaya. Sayangnya, banyak masyarakat Indonesia yang ingin kaya secara instan dan mudah tergiur dengan investasi bodong.

Satgas Peringatan Investasi (SWI) mencatat kerugian masyarakat akibat investasi bodong selama lima tahun terakhir meningkat pesat hingga Rp 123,5 triliun.

Wow, angka yang luar biasa! Selain itu, seringkali pihak berwenang kesulitan mengganti kerugian masyarakat akibat investasi bodong, karena uang investasi seringkali dibelanjakan oleh pelakunya.

Melalui artikel ini kita akan mengetahui lebih dalam mengenai seluk-beluk investasi bodong yaitu penipuan, apa saja jenis dan ciri-cirinya, agar kita semua bisa waspada dan tidak membiarkan diri kita terjebak dalam penipuan berkedok investasi.

Jenis-jenis investasi bodong yang marak di Indonesia

Beberapa jenis scam alias penipuan berkedok investasi menggiurkan yang banyak ditemui di Indonesia antara lain:

1. Arisan Online

Arisan yang merupakan salah satu ciri budaya Indonesia, khususnya di kalangan ibu-ibu, kini telah mengalami evolusi dari arisan tatap muka menjadi arisan daring melalui teknologi pesan instan seperti grup WhatsApp atau Telegram.

Hanya dengan akun jejaring sosial, siapa pun bisa membuka layanan kencan jejaring sosial atau menginvestasikan uang secara online dengan mempromosikannya melalui jejaring sosial, dengan janji keuntungan besar, keren, menarik, dan solid.

Nah, masyarakat mudah tergiur dengan kalimat “Pasti CUAN” yang memudahkan pelaku kejahatan mengambil keuntungan dengan memberikan uang atau logam mulia seperti emas, perhiasan, dalam bentuk arisan.

Namun, alih-alih amanah dalam menjalankan tugasnya, di tengah jalan, tuan rumah pesta malah kabur membawa seluruh uang peserta pesta.

2. Menggandakan uang

Menggandakan jumlah awal akan meyakinkan korban untuk menyetor, misalnya Rp 100.000. Dengan bantuan jejaring sosial, scammers mempromosikan layanannya, tentunya dengan bantuan berbagai testimoni palsu.

Penipu akan secara agresif meyakinkan korbannya bahwa uang yang mereka investasikan dengan cara dikalikan akan menghasilkan keuntungan berkali-kali lipat dari modal awal, misalnya Rp 100.000 menjadi Rp 150.000.

Pada awalnya, ketika nominal deposit kecil, penipu justru akan mentransfer “dua kali lipat” jumlahnya. Akibatnya, korban tergoda untuk menyetor uang dalam jumlah yang semakin besar.

Jadi begitu korban mengirimkan uang dalam jumlah besar, penipu akan menghilang dan memblokir korban sehingga sulit untuk mengidentifikasi penipu tersebut.

3. “Crypto Mining” & “Robot Trading”

Ini adalah bentuk penipuan yang menjadi populer di awal tahun 2022, ketika ratusan ribu orang ditipu untuk berpartisipasi dalam aktivitas Robot Trading dan Cryptocurrency Mining.

Dengan menyetor sejumlah uang melalui aplikasi trading, peserta dijanjikan keuntungan 15-20% per bulan, melalui jual beli emas dan mata uang kripto.

Selain itu, ada perusahaan serupa yang menawarkan layanan bagi hasil dari penambangan cryptocurrency dengan keuntungan hingga 50%.

Sayangnya semua itu bohong, ratusan ribu korban kehilangan uang mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupee, bahkan miliaran dong.

Kenali ciri-ciri penipuan scam berkedok investasi

Ini beberapa ciri-ciri penipuan berkedok investasi yang perlu diwaspadai. Bila ada yang menawari kita investasi tapi punya ciri-ciri seperti di bawah ini, maka hati-hati, kemungkinan itu scam!

Ciri-ciri investasi bodong:

1. Menawarkan keuntungan fantastis dalam waktu singkat

100% profit misalnya, dalam waktu 1 bulan. Ini sudah jelas mustahil.

2. Menjadi anggota sangat mudah

Misalnya Anda hanya memerlukan nama dan nomor telepon, tidak perlu proses KYC (Know Your Customer) dan verifikasi data dengan KTP. Tujuannya agar lebih mudah menarik calon korban karena cara bergabungnya sangat mudah.

3. Tidak punya badan hukum yang jelas dan tidak punya domisili kantor resmi di alamat yang juga jelas

Semua perusahaan yang sah harus mempunyai badan hukum yang jelas, serta kantor pusat resmi dan alamat yang jelas. Jika investasi yang diajukan tidak dapat mencantumkan alamat kantor dan nama PT yang jelas, maka dapat diduga investasi bodong.

4. Melakukan sistem MLM Ponzi rekrut merekrut ala piramida

Artinya mereka yang menjadi anggota akan berusaha menarik anggota baru dan akan menerima komisi dari setiap anggota baru yang diterimanya. Betul, tidak semua MLM itu Ponzi. Banyak MLM yang menangani industrinya dengan sangat serius, jadi teliti dulu latar belakang perusahaan MLM tersebut sebelum memutuskan untuk berinvestasi di dalamnya.

Tips Investasi Aman di OJK

Berikut beberapa tips berinvestasi lebih aman seperti dikutip OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Indonesia.

  • Sebelum berinvestasi di perusahaan MLM, pelajari tentang perusahaan tersebut, statusnya, data bisnis dan operasinya, alamat yang jelas, karyawan dan portofolio produk.
  • Minta salinan tertulis rencana pemasaran dan penjualan dari perusahaan.
  • Semakin tinggi return yang diharapkan, semakin besar pula potensi risiko kerugiannya.
  • Hindari perusahaan investasi yang tidak dapat menjelaskan rencana bisnis perusahaan.
  • Cari tahu apakah ada kebutuhan akan produk serupa di pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *